![]() |
| Petugas Kebersihan [bukan dikampus] |
Setiap pagi melewati pintu rmasuk kampus selalu disibukkan dengan petugas keamanan diminta berhenti untuk meminta kartu sakti keamanan [karcis]. posisi ini membuat suasana antri kelihatan apalagi hari Senin dan masih pagi lagi. Suasana pintu masuk kelihatan masih asri dengan kicauan burung, pengguna jalan dengan sepedea motor, mobil dan sepeda khusus dalam kampus tak lupa para petugas kebersihan mengayun dan membersihkan lingkungan sekitar kampus.
Setelah kendaraanku diparkir serentak beberapa petugas kebersihan menyapa kedatanganku. Assalamualakum pak...., tanya Kartono [bukan nama sebenar] petugas kebersihan dengan lembut. suaranya yang khas [wong Jogja] membuat hati ini merasa semakin bahagia serantak pula saya menjawab Waalaikumsalam Pak..., sambil memandanginya.
seketika itu membuat hati ini bahagia mendapat perhatian dari orang yang setiap hari selalu membantu semua menjaga kebersihan dilingkungan kampus. Dibalik kebahagian tersebut saya merasa prihatin dengan pekerjaan yang segudang itu masih diberikan kekuatan sehat dalam bekerja mencari nafkah untuk keluarga.
Padahal umur beliau saat ini kurang lebih 50 an tahun dan saya merasa bersyukur dipertemukan orang seperti itu. artinya betapa kita memiliki fasilitas yang lengkap, pendidikan alhamdulillah sudah menyelesaikan sarjana. Disaat seperti jadi saya berpikir memberikan sedekah bermanfaat kepada orang yang membutuhkan. Alhamdulillah kebutulan di Dompet saya hanya memiliki uang Rp. 50.000 karna sudah hampir 2 hari belum sempat mendekati ATM.
Alhamdulillah uang tersebut dengan niat bismillah akhir langsung saya kasih ke beliau sembari saya langsung pamit ke beliau mau masuk keruangan. Dengan wajah yang cerah dan mulut berbisik menyampaikan 'Matur Nuwun Sanget". Semua berlalu sampai pulang kampus syukurnya hari itu saya puasa sunah senin kamis, jadi kebutuhan makan dan minum dan lainnya sampai pulang tidak jadi masalah.
Kesibukan demi kesibukan yang melanda dari pagi sampai mau pulang. Niat setelah pulang dari kampus nanti rencana mau mengambil uang di ATM untuk berbuka sekaligus uang lainnya selama seminggu. Kendati demikian setelah waktu pulang menunjukan jam 16.00 seperti biasa memencari kartu sakti [karcis] untuk kembalikan pada petugas keamanan di pintu keluar. Namun, diluar dugaan bukannya karcis yang saya peroleh mala mendapatkan uang penganti dari Allah SWT.
Alhamdulillah saya memperoleh rizki tanpa diduga, Sungguh Allah maha besar dengan segala firman-Nya.
Subhanalllah ternyata sudah sangat jelas dalam Alqur'an Surat Al Baqarah :265 berbunyi : Dan bandingan orang-orang yang membelanjakan hartanya kerana mencari keredaan Allah dan kerana meneguhkan (iman dan perasaan ikhlas) yang timbul dari jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun di tempat yang tinggi, yang ditimpa hujan lebat, lalu mengeluarkan hasilnya dua kali ganda. Kalau ia tidak ditimpa hujan lebat maka hujan renyai-renyai pun (cukup untuk menyiraminya). Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan apa yang kamu lakukan.
Sungguh Allah merahmati orang bersedekah, amin....
Padahal umur beliau saat ini kurang lebih 50 an tahun dan saya merasa bersyukur dipertemukan orang seperti itu. artinya betapa kita memiliki fasilitas yang lengkap, pendidikan alhamdulillah sudah menyelesaikan sarjana. Disaat seperti jadi saya berpikir memberikan sedekah bermanfaat kepada orang yang membutuhkan. Alhamdulillah kebutulan di Dompet saya hanya memiliki uang Rp. 50.000 karna sudah hampir 2 hari belum sempat mendekati ATM.
Alhamdulillah uang tersebut dengan niat bismillah akhir langsung saya kasih ke beliau sembari saya langsung pamit ke beliau mau masuk keruangan. Dengan wajah yang cerah dan mulut berbisik menyampaikan 'Matur Nuwun Sanget". Semua berlalu sampai pulang kampus syukurnya hari itu saya puasa sunah senin kamis, jadi kebutuhan makan dan minum dan lainnya sampai pulang tidak jadi masalah.
Kesibukan demi kesibukan yang melanda dari pagi sampai mau pulang. Niat setelah pulang dari kampus nanti rencana mau mengambil uang di ATM untuk berbuka sekaligus uang lainnya selama seminggu. Kendati demikian setelah waktu pulang menunjukan jam 16.00 seperti biasa memencari kartu sakti [karcis] untuk kembalikan pada petugas keamanan di pintu keluar. Namun, diluar dugaan bukannya karcis yang saya peroleh mala mendapatkan uang penganti dari Allah SWT.
Alhamdulillah saya memperoleh rizki tanpa diduga, Sungguh Allah maha besar dengan segala firman-Nya.
Subhanalllah ternyata sudah sangat jelas dalam Alqur'an Surat Al Baqarah :265 berbunyi : Dan bandingan orang-orang yang membelanjakan hartanya kerana mencari keredaan Allah dan kerana meneguhkan (iman dan perasaan ikhlas) yang timbul dari jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun di tempat yang tinggi, yang ditimpa hujan lebat, lalu mengeluarkan hasilnya dua kali ganda. Kalau ia tidak ditimpa hujan lebat maka hujan renyai-renyai pun (cukup untuk menyiraminya). Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan apa yang kamu lakukan.
Sungguh Allah merahmati orang bersedekah, amin....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar